Terimakasih Yaa Allah, telah menggeraknnya untukku

Sekret asetri, 22 Oktober 2012, 21:26

 

Subhanallah.. seneng banget. Di saat kesibuka ujian/UTS yang menghantui, di –saudara yang dipersaudarakan- tetap mau meluangkan waktunya untuk mengantarkan buku perlinhutku. Buku ini sangat penting bagiku saat ini. Besok UTS perlinut, & buku ku masih ada di teman. Parahnya, temanku ini pulang ke kost-nya malam menjelang jamal (jm malam -21.00-). Pastilah aku tidak pernah mau keluar asrama apapun alasannya. Menjaga keizzahan seorang akhwat. Tapi, Alhamdulillah saudaraku ini bersedia untuk membantu. Jarak tak menjadi penghalang untuk menolong saudarinya yang sedang membutuhkan.

Terimakasih Yaa Allah… Engkau tela menggetarkan hatinya untuk mau membantuku, menggerakan kakinya untuk melangkah menuju ke asetri ini. Karena aku yakin, jika bukan Engkau yang menghendaki ini semua, sudahlah pasrah mala mini aku belajar tanpa buku. Hanya mengingat-ingat di batas ingatanku. Ya, ingatan yang tumpul, memori dengan kapasitas rendah. Tiada banding jika dihadapkan dengan ilmu Mu.

Sungguh terimakasih Yaa Allah. Semoga langkahnya Kau balas pahala. Semoga buku ini dapat menjadi jalan untukku dalam bersungguh-sungguh mempersiapkan UTS besok. Sebab, aku tau Engkau tidak melihat hasil, tapi usaha. Man jadda wa jada. Insyaallah.

 

 

Pelajaran Hidup dari Kupu-Kupu

Kamis, 18 Oktober 2012

Teradang banyak hal sepele di duia ini yang kita abaikan. Adakalanya hal itu dipandang sebelah mata. Ya, sebelah mata jika orang yang memandangnya tanpa makna. Padahal luar biasa kandungan maknanya. Seperti halnya sesuatu yang sangat kecil yang ku temui tadi siang saat praktikum. Siang ini aku praktkum perlindungan hutan, tapatnya bagian hama. Jika mendengar kata hama, apa yang kau pikirkan? Serangga bukan? Ya, benar. Berbagai jenis serangga akan ku orek-orek di sini. Mulai dari praktiku pertama, aku disuguhi belalang dan sekarang paktikum ke dua aku disuguhi lebih banyak jenis serangga, salah satunya kupu-kupu yang akan aku kuak keberadaannya dalam pemaknaan hidup ini (belagu banget gue! hehe).

Kupu-kupu adalah salah satu serangga yang dalam hidupnya mengalami metamorfose sempurna atau yang dalam praktikum kali ini aku baru tau istilahnya adalah holometabola. Artinya, dalam setiap perubahan wujud saat perkembangannya, dia selalu berbeda habitat, karena sumber makanannya pun berbeda. Bukan ini kawan! Aku tidak bermaksud mengajari. Tapi, di sini aku ingin berbagi arti keberadaan kupu-kupu dalam pemaknaanku. Dia berawal dari telur, seperti halnya kita yang berawal dari ovum. Walaupun begitu dia berbeda dengan kita. Kita nyaman ada di dalam balutan kasih seorang malaikat yang menjelma menjadi seorang ibu. Tak pernah ditinggalkan, selalu dibawa kemanapun pergi. Tapi, telur kupu-kupu tidak. Dia ditinggal sampai tiba saatnya menetas. Dia tidak protes. Dia tidak merasa diabaikan. Dia malah bersyukur karena Allah Swt., Tuhan mereka dan Tuhan kita masih memberi kesempatan yang luar biasa, yaitu kesempatan hidup untuk menebar kebaikan.

Lantas setelah dia menetas, apakah dia dimanja, diasuh, dan dirawat layaknya kita? Tidak, kawan! Dia harus hidup mandiri. Dia yang setelah menetas kita sebut dengan “ulat” harus merasakan dingin saat hujan dan bersembunyi di bawah daun atau buah-buahan yang ada. Saat lapar, dia harus merangkak sendiri mencari sumber tenaga dari pucuk-pucuk daun yang mungkin malah kita ambil. Betapa serakahnya kita, manusia. Ulat juga penyabar dan pantang menyerah. Saat dia diejek karena memang menjijikan, lantas dia malah bersungguh-sungguh untuk membuktikan pada kita bahwa dia mampu merubah dirinya menjadi lebih baik. Hingga kita malah akan berbalik memujinya.

Apakah kau kira ulat itu serakah karena kebun teh milikmu tak panen dengan baik? Sebab, pucu-pucuknya habis dimakan ulat? Jangan lihat hanya satu sisi. Perhatikanlah! Saat dia sudah kenyang, dia berhenti makan dan berpuasa. Dibungkus diriya dengan balutan-balutan sutera. Dia berdzikir di dalamnya. Memuji Allah Swt. atas segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Pernahkah engkau mendengar suatu dalil yang menyatakan bahwa siapa yang bersyukur, maka akan Allah Swt. tambah nikmatnya? Rupanya benar kawan, terbukti! Ulat bersyukur kepada Allah Swt. dengan  cara berpuasa itu, sering rupanya kita sebut dengan nama pupa atau yang lebih memasyarakat ‘kepompong’. Maka, atas syukur dan sabarnya, Allah Swt. mengubah dia menjadi bentuk yang sangaaaaat cantik, ‘kupu-kupu’. Orang-orang yang sempat mengejeknya dulu, kini berbalik memujinya karena warna dan benuk sayap yang sungguh menawan. Bahkan mereka iri. Allah Swt. pun memberi kebebasan kepadanya untuk mudah berpindah tempat dengan kemampuan terbangnya.

Subhanallah, luar biasa bukan serangga itu memberi makna hidup kepada kita? Malu rasanya jika kita sebagai manusia yang telah diberi kesempurnaan akal oleh Allah Swt. tidak dapat jauh lebih baik daripadanya. Sungguh, masih banyak hikmah yang dia berikan dari sisi pandang yang lain. Yuk, resapi hal-hal sekeil apapun yang ada di sekitar kita! Cobalah untuk lebih peka melihat sekeliling kita. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah Swt.  🙂

Wallahu’alam

The Power of Ukhuwah

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfal: 63)

Ukhuwah. Apa yang sahabat pikirkan ketika mendengar kata kramat itu?

Sepertinya sudah tidak asing lagi telinga kita mendengar kata ‘ukhuwah’. Menurut pandangan saya, ukhuwah adalah suatu rasa abstrak yang dirasakan seseorang kepada orang lain disebabkan kedekatannya atas dasar cinta pada Allah Swt. Ukhuwah itu lahir saat kita telah sama-sama tahu akan kelemahan dan kelebihan saudara-saudara kita. Bukan untuk dihujat. Karena ukhuwah lahir dari aqidah yang kuat, terpaut dalam kesempurnaan iman.

Sahabat, manusia tidaklah sempurna. Kadang kala disebabkan satu atau lain hal kesalahn teman kita yang mungkin sepele, kita lantas tidak menyukainya. Ukhuwah itu terkikis. Hati-hati, sahabat! Sunatullah jika manusia berbuat salah. Bencilah perbuatannya, jangan orangnya. Namun, jika ukhuwah itu sudah benar-benar tertancsb dalam jiwa, ia meleburkan segalanya. Karena adanya pertautan hati yang amat hebat yang membebaskan rasa benci apapun sebabnya. Ukhuwah itu karunia yang luar biasa dahsyat yang Allah Swt berian kepada umatnya. Sungguh, seandainya langit dan bumi dibelikan untuknya, tidak akan kita temui ukhuwah itu jika Allah Swt tidak meridhoinya. Sebab, hanya Allah Swt –lah yang mampu menautkan hati-hati kita.

Sahabat, ukhuwah itu kadang pahit, memang. Tapi, ia tetap nikmat. Sebab, ukhuwah selalu mengatakan kebenaran, bukan untuk membenarkan. Ukhuwah adalah teguran dan nasihat dalm kebaikan. Ukhuwah itu hadir membangun cinta di anata sesama, menebar keelokan kasih dalam pertemanan. Ukhuwah itu ada sebagai kekuatan maha dahsyat untuk melejitkan semangat para sahabat dalam menggapai kemenangan. Ukhuwah ini terutama hadi demi menemani terjalnya, likunya, dan gejolaknya jalan dakwah kita.

Sahabat, sadarkah kini Allah Swt telah mempersatukan hati-hati ini dalam lingkaran penuh bara semangat? Suatu lingkaran yang akan menggelinding menapaki jalannya menuju tujuan yang mulia. Jalan dakwah yang kita arungi tidaklah mulus kawan. Jalannya berkelok. Sulit menstabilkan diri jika tidak saling menjaga. Jalannya berduri. Sakit berlumur darah jika tidak saling mengingatkan letak duri itu. Jalannya terjal kawan. Takut melihatnya jika kita tidak saling mneguatkan. Di kala semua kelemahan itu datang, dekapan ukhuwahlah yang menyalurkan kekuatan yang telah Allah Swt turunkan. Bersama-sama kita susuri nikmatnya perjuangan di jaman ini.

     Barangsiapa di antara kalian yang ingin menikmati taman surga hendaklah ia berjamaah. Karena syaitan itu bersama orang-orang yang sendiri, dan ia akan menjauh dari dua orang”. (H.R Ahmad Turmudzi dan Hakim)”

Sahabat, Imam Al-Ghazali berkata bahwasanya ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan bibir, tetapi ia teletak pada ingatan seseornag tehadap saudaranya di dalam doanya. Terkadang egois sekali diri ini. Hanya mendoakan untuk kebahagiaan pribadi. Jarang rasanya bayangan senyum manis saudara kita terlukis dalam selaksa doa pada sunyinya malam. Padahal mungkin ia sedang menanti keberadaan kita di sampingnya. Jangan sampai ini terjadi. Jangan sampai kita merasa kehilangan yang amat pedih akibat ditinggal sahabat kita, bisa sementara atau mungkin selamanya. Rangkullah ia saat tangan ini kuasa merangkulnya. Rangkul dengan dekapan kasih lillahi ta’ala. Saat hubungan kita dengan saudara seiman terasa kurang baik, jangan salahkan mereka. Coba lihat kembali ke dalam diri. Mungkin iman pribadilah yang sedang rusak. Jangan pernah menyalahkan sesuatu, karena bisa jadi hal tersebut ada karena perbuatan kita juga.

Sahabat, dimana senyummu yg penuh semangat? Senyuman pertama yang engkau berikan kepada saudaramu saat ia berkenalan dalam jalan dakwah ini? Tanyakanlah kabar saudaramu yang akhir-akhir ini mulai menghilang dari barisan ini. Kunjungilah saudaramu yang menunggu pacuan semangat juang dakwah ini lagi. Datangilah mereka yang lemah, yang manja, yang futur, tularkan antibodi-antibodi juangmu untuk membasmi virus melemahnya iman mereka. Ya mereka, adik-adikmu, saudara-saudaramu, bahkan kakak-kakakmu. Karena kekuatan iman iu tidak memandang usia dan kondisi. Virus itu siap menyerang siapa saja yang amalan yaumiyahnya menurun.

Sahabat, kini ku kaitkan untaian do’a Rabithah dalam kail hatimu, agar engkau mampu menjaganya dan tak mau melepaskannya kapanpun dan bagaimanapun aku nanti. Bismillahirrohmanirrohiim…

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Saya, Munira Nur Wasilah Mutaqin dari Dept. Hasil Hutan angkatan 48, mempersembahkan tulisan di atas khususnya untuk antum/antuna yang kian merasa merasa lemah berjuan di jalan dakwah ini. Tenang sahabat, berat memang tapi kita tidak sendiri. Ada Allah Swt. yang selalu mencurahkan Kekuatan-Nya lewat uluran tangan-tangan saudara seiman kita. Uhibbukum fillah, insyaallah. 🙂

Tulisan ini saya kirim ke LDK Al-Hurriyyah IPB untuk dibukukan, insyaallah 🙂

Buku Ledakan Hobi-ku

Jumat, 12 Oktober 2012

13.30 a.m.

“Wassalamu’alaikum wr wb”, bersama-sama teman satu liqo-a menjawab salam sang MC saat menutup kegiatan mulia itu. Bubarlah kerumunan penuh ukhuwah, ada yang sholat, langsung pulang karena ada kuliah lagi, bahkan ada yang foto-foto sebab narsisnya – ada-ada saja teman-teman ku ini -, hehe..

Aku harus segera pulang, tepatnya segera menuju CCR karena ada janji dengan adik lokus. Singkatnya, aku selesai menemuinya dan memutuskan untuk pulang. Sebab, tak ada ihwal penting lagi yang mesti ku selesaikan. Malah sekarang ihwal penting itu sedang menunggu di samping KM dengan bau apeknya yang menyengat, cucian selama satu minggu. Parah!

Santailah ku susuri jalan dari CCR menuju asrama melewati kortan. Namun, nampaknya mataku tergoda oleh suatu jajaran buku benda yang kononnya sebagai jendela dunia ini. Ya, buku! Ku lihat satu persatu dengan seksama. Rupanya orang Indonesia jago nulis ya? Hampir saja ku borong semua buku itu. Menggiurkan! Kalau saja bukan karena money yang membatasi, penuhlah tasku dengan koleksi buku-buku baru. Akhirnya, dengan sangat prihatin ku harus merelakan asa ku, hanya satu buku yang dapat ku beli dengan harga yang cukup membuat kantong irit, Rp 15.000.

‘gratis! keliling Indonesia & Belajar di luar negeri karena Blog’. Judul yang membuat mataku beralih perhatian dari judul-judul lainnya. Blog, kawan! Ya, hanya dengan blog si penulis bisa keliling Indonesia & keluar negeri. Salah satu tulisan yang ada di daftar impianku. Belum sempat ku baca dengan baik sebelum mengetik tulisan ini. Tapi, aku bertekad untuk mengikuti langkah si penulis. Dear Blog ‘tulisanmunira’ lihatlah kau akan menjadi saksi atas terwujudnya mimpiku ini kelak. Semoga ALLAH Yang Maha Pemberi mendengar irama hati ini & melihat tulisan penuh harap ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.