Bimasakti-ku

bimasakti

Bogor, 13 Januari 2013

Banyak cerita hikmah yang dapat diambil dari obrolan ringan bersama teman-teman. Berawal dari sebuah curahan hati, melebar mencari makna dalam kelamnya kabut kehidupan. Ternyata jika kita menyelamik kehidupan mereka lebih dalam, rasanya luar biasa dahsyat. Realita hidup ini tidak hanya sebatas mempertahankan, tapi juga memperjuangkan!

Dia, panggil saja Merkurius. Jangan tanyakan mengapa aku mengambil nama itu. Bagi yang sudah paham, jangan berisik! Merkurius, orang yang ku kenal sangaaaaat dewasa. Pantaslah begitu, kerasnya kehidupan menganugerahkan keluarga super tangguh kepadanya. Sedikit introvert, bisa jadi. Atau mungkin aku-nya yang belum siap membuka semua pintu untuk segudang kisahnya. Aku masih belum tau cara agar bisa lebih dekat dengannya. Tapi, ini sebuah prestasi, ketika dia mau sedikit bicara denganku. Semoga lambat-laun aku dapat lebih membuka pintu untuknya. Aku rela kok dijadikan ‘tempat sampah’. Tempat yang menampung sampah-sampah kesedihannya. Lalu ku daur ulang menjadi benda kebahagiaan yang mampu menyinari bola matanya. Aku suka melihatnya bahagia. Matanya memancarkan sinar, cantik sekali.

Planet selanjutnya, Venus. Planet kedua yang sebenarnya bontot ini jelas terlihat lebih manja. Wajarlah, aku tk menyalahkan. Ada rasa haru saat mendengar kisahnya. Hampir persis dengan yang aku alami. Berawal dari ‘gulung tikar’. Karir yang telah dibangun bertahun-tahun bahkan berpuluh, ludes hanya karena kedengkian orang lain. Bukan, bukan, bukan menyalahkan orang lain, bukan mengkambing hitamkan mereka atas takdir ini. Kini mencoba menerima segalanya dengan ikhlas. Belajar meyakini bahwa inilah takdir ALLAH. Bisa jadi bukti kasih sayang ALLAH kepada hambaNYA agar lebih mampu memaknai hidup. Bisa jadi ALLAH ingin melihat lagi kerja keras itu. Kerja yang dimulai dari nol untuk mencapai puncak kejayaan. Atau mungkin jalan menuju ke sana ada padamu Venus. Ya, mungkin ALLAH mengutusmu untuk membawa keluargamu ke puncak kejayaan itu. Semangat kawan! Eh, aku lupa, engkau tak suka kata semangat, bukan? Maaf ya.

Ada lagi, si cuek ‘Mars’. Cuek? Sebenarnya gak juga sih. Tapi, kalau dibandingkan di antara kita, sepertinya dia memang sosok tercuek. Hehehe, piiiiiiece sobat. Ini salah satu bukti perhatianku kepadamu. Katanya di Mars itu panas. Cocok nih buat dia yang selalu berambisi untuk segudang prestasi. Dari cerita-cerita yang Mars bagikan, aku menangkap sinyal bahwa ayahnya adalah sumber utama kekuatan. Bagai magma yang mendidih di pusat planetnya. Betapa sayangnya dia kepada keluarganya, terlebih kepada ayahnya. Sempat ngiri dengan suasana kehangatan keluarganya. Mungkin bukan hanya aku, tapi ‘kami’. Sepertinya keluarganya paling harmonis di antara keluarga kami. Bersyukurlah, Mars. Kebahagiaan sesungguhnya adalah itu. Jaga mereka! Jangan mengecewakan pengharapan mereka atas prestasimu. Kamu pasti bisa. Aku menangkap aura itu darimu.

Lah ini dia si tangguh Jupiter. Cewek macho katanya. Tapi, aku akui hatinya subhanallah lembut berkali-kali lipat dariku. Peka banget. Tapi, kayaknya dia bingung untuk mengekspresikan kepeduliannya itu. Bertolak belakang dengan Mars, Jupiter sempat bilang bahwa ia pernah merasa benci terhadap ayahnya. Lingkungan adatnya memang keras. Tapi, sungguh dia sangat sangat mencintai keluarganya. Dia baru menemukan makna pentingnya kebersamaan disbanding dengan liburan yang mewah, justru kini setelah dia beranjak dewasa. Tempat wisata sebagus apapun tidak dapat menggantikan kebersamaan keluarga, walau hanya sekedar makan bareng di pinggir sungai yang penuh dengan indahnya gemericik aliran air hulu ke lembah. Semoga kau dapat mengulangi moment itu Jupiter. Aku mendoakanmu. Jupiter memang terkadang mengesalkan. Tapi, aku kembalikan semua pada budaya adatanya. Sekarang yang pasti aku sangat menyayanginya. Semoga dia juga begitu.

Ada satu lagi, aku beri nama dia Saturnus. Aku suka planet itu. Cincinnya bagaikan tali ukhuwah yang mengelilingi kebersamaan kami. Salut banget aku padanya. Dibesarkan tanpa ayah dan ibu. Mereka ada, namun seperti tidak nyata baginya. Kasih sayang nenek yang mengalir dalam darahnya. Namun, itu semua yang menempanya menjadi planet yang sangat kuat. Saturnus orang yang luar biasa pengorbanannya yang perna aku kenal. Dikala dia merindukan kasih sayang, maka dia yang memberi kasih sayang itu lebih dulu. Aku merasakan ketulusan itu, menembus lewat pori-pori bersemayam dalam jiwa. Ku tau kau tak ingin nasib serupa menimpa adik-adikmu. Jaga mereka, kawan! Curahkan kasih sayangmu seluas angkasa. Aku yakin ayah dan ibumu bukan tanpa alasan meninggalkanmu dalam kesepian. Semua mereka lakukan untuk kebaikanmu. Kau hanya butuh waktu menyelami makna tersembunyi yang mereka berikan. Tetap semangat, Saturnus! Wujudkan mimpimu untuk mengumpulkan malaikat-malaikat duniamu itu. Good luck!

Itulah ceritaku, Bumi, tentang sekilas kisah-kisah menakjubkan teman-temanku. Ya sekilas, karena bisa jadi akan ku bagi lagi kisah-kisah inspiratif mereka yang lainnya di sini. Setiap hari kami berjalan beriringan mengitari matahari tanpa bicara tanpa berdebat. Hanya patuh dan tunduk pada perintah ALLAH. Di balik keteraturan lintasan kita, kalian banyak menyimpan makna. Lain kali sampaikan lagi kepadaku. Aku mau mendengarkanmu, menyimakmu, dan menjadi penyunting kisahmu. Semoga akupun bisa jadi penasihat yang bijak untukmu. Hanya saja terkadang aku bingung menyampaikannya.

Oh  iya, sobat, adakah kau bertanya tiga planet setelahnya? Kalau Pluto, ada kabar dia sudah dinyatakan menghilang. Semoga ALLAH menempatkannya di tempat yang lebih baik. Lalu, bagaimana dengan Neptunus? Hemm… dia kini sudah mempunya teman baru dalam dunia Perahu Kertas-nya. Lantas, Uranus? Aku belum menemukannya. Aku berharap Uranus akan segera datang padaku dan membagi dunianya pada makhluk di bumi ini. Aku menunggumu, Uranus. Bisa jadi itu engkau!

sumber gambar: http://microsite.kidnesia.com/faktabaru/images/stories/galaksi-bima-sakti.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s