Mata Kuliah Olah-jantung

Dag dig dug, jantungnya serasa berdebar lebih cepat dari biasanya. Bagaimana tidak, profesor yang menguji merupakan orang yang benar-benar ahli pada bidangnya. Salah sedikit saja, kena tuh telinga dengan semprotan sindiran beliau. Profesornya manusia yang perfectionis memang.

Gadis berjilbab merah bata itu akrab dipanggil Kirei. Hari ini dia beserta dua orang anggota kelompoknya harus melakukan presentasi praktikum salah satu mata kuliah yang luar biasa sangar. Bukan karena pelajarannya yang susah, namun karena faktor dosen pengujinya. Panggil saja beliau Mr.X, orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Bahkan banyak instansi serta universitas baik di dalam maupun di luar negeri yang meminta pendapatnya. Hal ini menyebabkan kelasnya sering ditinggal, dan mengganti jam kuliah di waktu lain.

“Sekarang silakan presentasi dari kelompok Gmelina bagian gubal!”, panggil sang profesor. Sontaklah jantungnya berdetak bahkan tiga kali lebih cepat dari biasanya. Derap langkah kaki mungil itu terkesan khawatir, air mukanya pucat, dan pita suaranya bergetar grogi. Kirei membuka presentasi dengan salam dan pendahuluan. Hanya setengah menit pertama rasa grogi itu muncul, selanjutnya ia berhasil mengatasi ketakutannya semenjak berangkat dari asrama menuju tempat praktikum ini. Mantap, lancar penyampaian bahasan darinya juga dua orang teman kelompoknya.

Tiba saatnya sesi pertanyaan, kembali jantungnya dag dig dug tidak karuan. Serangan apa lagi yang harus ia hadapi hanya untuk satu mata kuliah ini. Satu. Dua. Tiga. Pas! Tiga orang penanya sesuai yang dijatahkan.

Selesai. Semua pertanyaan berhasil dijawab semulus jalan tol, lancar. Presentasipun berakhir dengan senyum penutup. Seakan semua beban di pundak rontok tak tersisa. Sekarang saatnya balas dendam. Otak cerdiknya berpikir keras merumuskan pertanyaan dengan rangkaian kata yang pas untuk kelompok lain yang akan muncul. Balas dendam? Hmm, terkesan negatif memang. Namun, jika untuk kebaikan, sah-sah saja kan?!

Kumandang adzan ashar mengantar senja yang sebentar lagi menyapa. Diiringi semilir angin yang sejuk menampar pipi, menyibak kain kudung yang menjulur, membuatnya menari seirama dengan melodi yang diciptakan alam. Seiring itu jam pelajaran pun berakhir untuk hari ini. Kisah esok siap ia sambut dengan penuh penasaran atas misteri yang menjadi rahasia Tuhan untuk alam-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s