Ku Ingin Kau Menggapai Mimpimu

Pesantren. Wow, tempat yang tak pernah terbayang olehku sampai detik ini. Iya sih aku suka hal-hal yang berbau agama. Tapi, bukan tempat seperti ini yang ku mau, setidaknya aku berharap dapat melanjutkan kuliah di Universitas Islam terkenal di negeri ini, syukur-syukur bisa kayak guru PAI-ku yang lulusan Universitas Islam terkenal seantero dunia, Al-Azhar.
Tidak! Ini bukan dunia angan-angan. Ini dunia nyata. Aku tersadar, teringat diskusi dengan orang tua kemarin malam, setelah siangnya aku melakukan acara perpisahan sekolah. Mimpiku memang terlampau melambung jika dibandingkan dengan keadaan keluarga yang pas-pasan, sangat pas-pasan, bahkan bisa makan tiga kali sehari pun sudah sangat bersyukur. Bapak hanya seorang buruh harian lepas yang gajinya mengikuti kuantitas konsumen di matrial bosnya. Continue reading “Ku Ingin Kau Menggapai Mimpimu”

Iklan