Ini Keputusanku!

IMG_20150910_111940.jpg Tiba-tiba dada ini sesak. Seperti sebuah balon yang ditiup sampai akan meledak. Ya, dada ini pun meledakkan isinya lewat deraian air mata yang turun begitu deras, tak terbendung. Layaknya anak kecil yang meminta sesuatu kepada orang tuanya namun tak terpenuhi, ia merengek menangis terisak-isak. Itulah yang aku rasakan sekarang. Beberapa hari terakhir ini aku sering merasakan seperti ini, di kala sendiri, di kala berdiam diri. Lantas, segera aku hentikan dengan Continue reading “Ini Keputusanku!”

Sebelum Ia Berbelok Jauh

C360_2015-02-28-11-11-47-401 Langit Bogor terlihat seperti biasanya seminggu terakhir ini. Sekarang jam baru menunjukkan pukul 09.15 WIB, awan masih putih menghiasi langit yang biru. Tapi aku bisa menebak, 6-7 jam ke depan sang langit akan berubah suram. Beginilah khasnya daerah dengan julukan “kota hujan” ini, pagi hingga menjelang sore cerah menemani, dan penghujung hari dihampiri dengan curahan hujan hingga lelap menghantarkan pagi kembali.

Hari ini Jumat, 4 November 2015. Aku punya acara bulanan yang ingin sekali ku ikuti, pengajian rutin di masjid kampus yang biasa diadakan setiap ba’da ashar. Tapi, aku dilema. Continue reading “Sebelum Ia Berbelok Jauh”

Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu.
Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu!
.
Tak pernah merasa sendiri. Itulah mengapa aku menikmati ketika berjalan sendiri 🙂
.
.
.
#sendiri #sendiriituasik #asikitusendiri #walk #alone #walkalone #single #happysingle #jomblosampaihalal #jomblomulia #bahagia #bahagiaitusederhana

View on Path

Tingkatan Cinta

Tingkatan Cinta

Hati-hati dengan hati jangan sampai sakit hati. Begitulah steatment dari salah seorang teman. Hati, sensitif sekali memang benda yang satu ini. Mudah tersentuh, mudah tersakiti jika tak pandai menahan, mudah termasuki serpihan hati lain jika tak mampu menjaga kesucian. Apalagi wanita, harus pintar dan jeli menjaga hati. Jangan sampai ‘ia’ terisi oleh potongan hati yang belum pasti. Continue reading “Tingkatan Cinta”

#hampa

Tak mengerti dengan rasa ini

Tak biasa ia begini

Menangis lirih tanpa air mata

Tersenyum palsu dihiasi tangisan

Apa yg sebenarnya terjadi?

Jangan tanyakan pada ku!

Aku pun tak tau

Mungkinkah aku takut jika harus sendiri?

Bukankah keheningan yang aku cari?

Lantas, mengapa sekarang harus berlari dari sepi?

Jiwa menghilang entah lari kemana

Raga menanti dg kekosongan

Menjerit, memanggil kembali yang tak tau apa yang harus kembali

Dada bergemuruh riuh meratapi

Ada sesal yg tak dapat terdefinisi

Ada takut akan kematian yg pasti datang menghampiri

Entah kapan itu terjadi

Mayat hidup merasuki, berjalan tanpa arah tujuan pasti

Hanya ingin pergi, berlari, menjauhi semua

Namun ku tak tau harus kemana

Bahkan kehampaan semakin mendekat menapaki jalanku tadi

Mengapa ketakutan semakin menyelimuti?

Mengerdilkan diri!

Pergi! Pergi kau sepi!

Biarkan aku menari bersama lamunan diri

Terkubur dan tak kembali

Bogor, 20.03.15

Jika yang “menjaga” saja masih digoda, bagaimana dengan yang “mengumbar”?

siluet-akhwat

Saat itu ba’da maghrib. Langit tak menunjukkan tanda-tanda bahwa hujan akan turun. Tepat saat rasa lapar menyerang, Rin pergi keluar dari asrama untuk memenuhi hak fisiknya. Kantin samping asrama kampus menjadi pilihan tempat untuk ia menunaikan jadwal makan yang ke tiga di hari ini. Memang begitu, hidupnya terjadwal, ditambah ia mengidap penyakit lambung yang tidak boleh asal makan, apa dan kapan.

Hampir saja ia melupakan suatu hal. Saat kembali ke asrama, Rin melihat ada orang yang memegang schdule board ikut dalam antrian di suatu minimarket di samping kantin tempatnya makan tadi. Benda itu menghentikan langkahnya, membuatnya berpikir akan suatu hal yang telah lama ia catat dalam memori pikirannya. Ia mencari-cari. Continue reading “Jika yang “menjaga” saja masih digoda, bagaimana dengan yang “mengumbar”?”

Tersesat ke Jalan Hidayah

(Episode 2)

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

[QS. Al-Ahzab: 59]

 

2_rima                Aku seorang gadis desa yang ingin merasakan hingar-bingarnya kota. Maka, tatkala aku beranjak SMA ku putuskan untuk memilih sekolah yang jauh dari rumah. Aku memilih SMA yang tepat berada di pusat kota. Aku kira aku benar-benar akan merasakan hingar-bingar itu. Aku kira aku bisa punya bejibun teman dengan agenda-agenda bermain, jadi anak gaul yang sering ku lihat di TV-TV. Ternyata aku salah, readers! Justru takdir berkehendak lain. Takdir memberiku jalan yang berbelok 360 derajat dari yang aku bayangkan. Aku tersesat! Ya, aku tersesat, readers. Tapi, sungguh aku bahagia karena aku tersesat ke jalan yang benar. Baiklah akan aku jelaskan padamu readers, apa yang aku maksud itu. Selamat menyimak 😉 Continue reading “Tersesat ke Jalan Hidayah”